Anak lebih lancar bahasa Inggris: cara menjaga bahasa Indonesia dan bahasa daerah tetap hidup di rumah

Saat anak menjawab Eyang dalam bahasa Inggris: mengapa bahasa Inggris menang, peran pengasuh, rencana rumah, dan cara menanggapi campuran bahasa.

Oleh Max · · 6 menit baca

Lebaran kemarin, Eyang menyodorkan sepiring kue dan bertanya, “Mau yang mana, Nak?” Anak Anda menunjuk nastar dan menjawab, “That one, please.” Eyang tersenyum, tetapi percakapan berhenti di situ. Sepupu-sepupunya berlarian sambil bercanda dalam bahasa Jawa dan bahasa Indonesia, sementara ia duduk di pangkuan Anda dan diam sepanjang sore.

Banyak orang tua mengenal momen seperti ini. Bahasa Inggris dipilih dengan sengaja: sekolah, tontonan, permainan, bahkan obrolan di rumah. Lalu suatu hari terasa jelas bahwa anak lebih lancar berbahasa Inggris daripada berbahasa Indonesia. Keadaan ini wajar dan bisa diatur tanpa melepas bahasa Inggris yang sudah tumbuh. Berikut penjelasan mengapa bahasa Inggris bisa menang, apa yang terjadi dengan bahasa daerah, bagaimana bekerja sama dengan pengasuh, dan rencana sederhana untuk rumah.

Mengapa bahasa Inggris bisa menyalip bahasa Indonesia

Anak berbicara dalam bahasa yang paling sering ia dengar dan paling sering ia pakai. Jika sekolahnya berbahasa Inggris, tontonannya berbahasa Inggris, dan permainan di gawai juga berbahasa Inggris, bahasa Indonesia hanya kebagian sisa hari. Kata untuk bermain, untuk perasaan, untuk nama mainan, semuanya terkumpul dalam satu bahasa.

Ada juga anggapan yang jarang diucapkan keras-keras: bahasa Inggris untuk masa depan, bahasa Indonesia bisa nanti. Masalahnya, “nanti” jarang datang sendiri. Bahasa yang tidak dipakai untuk bercanda, bercerita, dan menghibur saat sedih lama-lama terasa jauh, walaupun itu bahasa negaranya sendiri.

Bahasa daerah yang dipahami, tetapi tidak dijawab

Di banyak keluarga, ceritanya punya lapisan kedua. Kakek dan nenek berbicara bahasa Jawa, Sunda, atau Minang; anak paham, tetapi menjawab dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Sebagian kakek-nenek lalu ikut beralih ke bahasa Indonesia agar cucunya nyaman, dan bahasa daerah pelan-pelan hilang dari meja makan.

Yang ikut hilang bukan hanya kata. Bahasa daerah membawa unggah-ungguh: dalam bahasa Jawa, ada ngoko untuk teman sebaya dan krama untuk orang yang lebih tua. Anak yang belajar menyapa Eyang dengan krama sedang belajar sopan santun, bukan sekadar kosakata.

Langkah paling sederhana: minta kakek-nenek tetap memakai bahasa daerah, walaupun cucunya menjawab dalam bahasa lain. Setiap kalimat yang didengar anak sekarang menjadi bahan untuk jawabannya kelak.

Kalau pengasuh ikut berbahasa Inggris

Pengasuh atau ART sering beralih ke bahasa Inggris dengan niat baik, kadang karena diminta, kadang “biar anak pintar”. Bahasa Inggris dari orang dewasa yang belum fasih biasanya hanya berisi beberapa perintah: sit down, eat, no. Anak kehilangan percakapan yang kaya, padahal pengasuhnya bisa memberikan itu dalam bahasa yang ia kuasai.

Ajak pengasuh berbicara bebas dalam bahasa Indonesia atau bahasa daerahnya: bercerita, menyanyi, mengomentari apa yang sedang dikerjakan. Dengan begitu, setiap orang di rumah berbicara dalam bahasa terbaiknya, dan anak mendengar bahasa yang hidup dari pagi sampai sore.

Rencana rumah: bahasa Indonesia sebagai bahasa keluarga

Bahasa Inggris tidak perlu dihapus. Cukup tentukan bahasa rumah, lalu beri bahasa Inggris waktunya sendiri. Rencana sederhana untuk minggu ini:

  • Waktu makan, mandi, dan menjelang tidur memakai bahasa Indonesia. Di sinilah kata untuk perasaan dan kebiasaan tumbuh.
  • Bahasa Inggris punya momen tetap yang singkat: satu permainan, satu lagu, atau satu pelajaran bersama.
  • Tontonan berbahasa Indonesia mendapat giliran yang sama dengan tontonan berbahasa Inggris, dan sebaiknya ditonton bersama.
  • Telepon video dengan Eyang menjadi acara rutin setiap minggu.

Ide permainan untuk momen bahasa Inggris itu sudah kami kumpulkan dalam panduan cara mengajari anak bahasa Inggris di rumah. Dengan begitu, bahasa Inggris hadir sebagai tamu yang ditunggu, bukan penghuni seluruh rumah.

Saat anak menjawab dalam bahasa Inggris atau mencampurnya

Untuk sementara, anak akan tetap menjawab dalam bahasa Inggris. Jangan menolak jawabannya atau berpura-pura tidak mengerti. Tanggapi isinya, lalu ulangi dalam bahasa Indonesia secara alami: “Oh, kamu mau yang merah. Yang merah ini, ya?” Anak mendengar kalimat yang benar tanpa merasa dikoreksi.

Campuran seperti “aku literally capek” juga bagian dari proses, bukan tanda bahasanya rusak. Kekhawatiran anak tumbuh dengan “bahasa Jaksel” bisa dipahami, tetapi koreksi yang terlalu sering justru membuat anak enggan berbahasa Indonesia. Lebih baik perluas kosakatanya: semakin banyak kata Indonesia yang ia punya, semakin jarang ia perlu meminjam dari bahasa Inggris.

Bahasa Inggris berjalan, bahasa keluarga tetap di tengah

Kami membuat Tatako untuk keluarga yang menginginkan keduanya: aplikasi kata-kata pertama bahasa Inggris yang dikerjakan orang tua dan anak sambil duduk berdampingan. Anak belajar bahasa Inggris. Petunjuk, menu, dan setiap langkah pendampingan memakai bahasa keluarga Anda sendiri. Satu pelajaran berlangsung sekitar lima menit: setiap kata terdengar tiga kali, anak menemukan gambarnya, lalu mengucapkannya. Setelah pelajaran, Anda menandai setiap kata sebagai Baru, Latih lagi, Mengerti, atau Bisa bilang. Tersedia di web, Apple, dan Android: iPhone, iPad, ponsel dan tablet Android, serta komputer apa pun.

Coba hari ini

  • Malam ini, ceritakan kepada anak satu kisah dari masa kecil Anda dalam bahasa Indonesia.
  • Minta Eyang merekam satu dongeng pendek dalam bahasa daerah, lalu dengarkan bersama anak.
  • Ajak anak menyiapkan satu kalimat untuk telepon Eyang berikutnya.

Pertanyaan orang tua

Apakah anak benar-benar kehilangan bahasa Indonesianya?

Bahasa Indonesianya tidak hilang. Yang melemah lebih dulu adalah kelancaran dan keberanian menjawab, sedangkan kata-kata yang pernah ia kenal tetap tersimpan. Begitu bahasa Indonesia kembali dipakai untuk hal-hal yang menyenangkan, kata-kata itu muncul lagi.

Apakah bahasa Inggrisnya akan menurun kalau di rumah kembali berbahasa Indonesia?

Bahasa Inggris yang sudah tumbuh tetap terjaga, karena sekolah terus memberinya tempat setiap hari. Bahasa Indonesia yang kuat justru menjadi fondasi: anak yang punya banyak kata untuk perasaan dan cerita dalam satu bahasa lebih mudah menyusunnya dalam bahasa lain. Bunyi kedua bahasa pun tetap terpisah, karena anak memisahkannya dengan sendirinya.

Anak menolak menjawab dalam bahasa Indonesia. Harus bagaimana?

Paksaan membuat bahasa Indonesia terasa seperti hukuman. Mulailah dari hal yang paling ia sukai, misalnya dinosaurus, masak, atau sepak bola, dan jadikan bahasa Indonesia bahasa untuk topik itu: buku, permainan, dan obrolan Anda. Pujilah setiap kalimat Indonesia yang ia ucapkan, sekecil apa pun.

Apakah tiga bahasa sekaligus terlalu banyak untuk anak?

Banyak anak di Indonesia tumbuh dengan bahasa daerah, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris sekaligus. Jumlah bahasa bukan masalahnya. Yang membantu anak adalah kejelasan: setiap bahasa punya orang dan tempatnya sendiri, sehingga anak tahu kapan memakai yang mana.

Anak bersekolah di sekolah internasional. Apa yang bisa dilakukan di rumah?

Jadikan rumah tempat bahasa Indonesia paling hidup: bacakan buku cerita berbahasa Indonesia, putar lagu anak Indonesia di perjalanan, dan bantu tugas pelajaran Bahasa Indonesia lewat permainan, bukan latihan tertulis. Pelajaran itu akan terasa lebih mudah ketika kata-katanya sudah akrab dari rumah.

Bagaimana membantu anak bermain dengan sepupu saat kumpul keluarga?

Siapkan kata-kata untuk bermain sebelum berangkat: ayo main, giliranku, petak umpet, kejar aku. Bawalah permainan yang tidak butuh banyak kata, seperti bola atau kartu bergambar, supaya anak bisa langsung ikut. Setelah satu permainan bersama, kata-kata berikutnya datang lebih mudah.

Bahasa Inggris membuka pintu ke dunia, sedangkan bahasa Indonesia dan bahasa daerah menjaga jalan pulang ke keluarga. Anak bisa memiliki semuanya. Untuk memulai hari ini, buka pelajaran Tatako bersama anak Anda.

Lima menit bahasa Inggris hari ini?

Duduklah di samping anak: Tatako mengucapkan setiap kata dengan jelas, menunggunya mengucapkan kata itu, lalu ikut bersorak. Masuk dengan Google dan mulai.

Mulai pelajaran