Cara mengajari anak bahasa Inggris di rumah sebenarnya sederhana: pilih satu momen harian, ucapkan kalimat pendek yang sama setiap hari, lalu tunggu si Kecil merespons. Lima sampai sepuluh menit sehari, tersebar di sela kegiatan, sudah cukup untuk memulai. Ayah dan Bunda tidak perlu jago, tidak perlu buku latihan, dan tidak perlu meja belajar.
Yang dibutuhkan anak usia dini adalah orang dewasa yang dia sayangi, suara yang berulang, dan suasana santai. Panduan ini membahas dari mana harus mulai, apa yang dikerjakan tiap minggu, dan cara menjawab saat si Kecil mencampur bahasa.
Dalam artikel ini
Cara mengajari anak bahasa Inggris di rumah: mulai dari satu momen
Cara mengajar anak bahasa Inggris di rumah tidak sama dengan cara guru di kelas. Kesalahan paling umum adalah langsung membuat “jam les” sendiri. Anak tiga tahun tidak akan betah duduk diam selama itu, dan orang tua yang baru pulang kerja tidak punya tenaga untuk menyiapkannya.
Selipkan bahasa Inggris ke kegiatan yang memang sudah ada setiap hari: cuci tangan, mandi, makan, memakai sepatu, bersiap tidur. Pilih momen yang paling tenang. Kalau pagi di rumah selalu buru-buru, jangan pilih sarapan, pilih cuci tangan sebelum makan malam. Lalu ucapkan kalimatnya di momen itu, selalu dengan kata-kata yang sama: Wash your hands! saat keran dibuka, All clean! saat tangan dikeringkan.
Pengulangan itulah gurunya. Si Kecil tidak butuh terjemahan, karena dia melihat sendiri air dan sabunnya, dan gerakan tangan Ayah dan Bunda menjelaskan sisanya. Lama-lama dia yang lebih dulu menyodorkan tangan ke keran, dan itu tanda dia mengerti.
Rencana empat minggu untuk pemula
Mengajarkan anak bahasa Inggris terasa ringan kalau kalimatnya bertambah pelan-pelan. Setiap minggu masuk satu kegiatan baru dengan dua kalimat, dan yang lama tetap berjalan. Simpan foto tabel ini di ponsel, atau salin dan tempel di kulkas supaya semua orang di rumah bisa melihatnya.
| Minggu | Momen | Kalimat | Cara memakainya |
|---|---|---|---|
| 1 | Mandi | Bath time! | Ucapkan sambil membuka keran |
| 1 | Selesai mandi | Here’s your towel. | Bentangkan handuk, tunggu si Kecil mendekat |
| 2 | Makan | Time to eat! | Tepuk kursi makan, tunggu si Kecil datang |
| 2 | Tambah nasi | More rice? | Angkat sendok nasi di depan si Kecil |
| 3 | Mau berangkat | Shoes on, please. | Sodorkan sepatu dengan dua tangan |
| 3 | Keluar rumah | Let’s go! | Ulurkan tangan, lalu melangkah bersama |
| 4 | Masuk kamar | Lights off. | Biarkan si Kecil yang menekan sakelar |
| 4 | Sebelum tidur | Good night. | Ucapkan pelan setelah mencium kening |
Sesudah minggu keempat, jangan buru-buru menambah apa pun. Biarkan delapan kalimat ini jadi kebiasaan keluarga. Nenek atau pengasuh yang mau ikut cukup dititipi satu kalimat, misalnya yang untuk berangkat, dan selebihnya mereka tetap memakai bahasa yang paling nyaman. Setelah rutinitasnya berjalan, sisipkan nama benda dan hewan dari daftar kosakata bahasa Inggris anak ke dalam kalimat yang sudah dia kenal.
Dengar dulu, tunjuk, baru bicara
Cara mengajari anak bahasa Inggris dasar mengikuti urutan yang sama dengan saat dia belajar bahasa Indonesia. Mula-mula dia mendengar berulang kali. Sesudah itu dia menunjukkan pemahaman lewat gerakan: menoleh, menunjuk, mengambil barang. Baru kemudian dia mengucapkannya, sering kali hanya satu suku kata.
Karena itu, hindari menagih “Ayo bilang banana!” di depan tamu. Tekanan seperti ini malah membuat anak tutup mulut. Gantilah dengan jeda: pegang pisangnya, ucapkan banana, lalu tunggu lima detik dengan wajah penasaran. Sering kali dia sendiri yang mengisi jeda itu, dengan suara, gerakan tangan, atau tawa. Sambut semuanya dengan gembira.
Untuk si Kecil yang baru belajar bicara, jeda ini lebih penting daripada jumlah kata. Contoh kegiatan yang pas untuk usianya ada di panduan bahasa Inggris untuk balita.
Tiga permainan di ruang tamu
1. Cari si cicak
Yang dibutuhkan: cicak dari kertas dan selotip. Tempelkan cicak di dinding saat si Kecil menutup mata, lalu tanya Where is it? Bantu dengan petunjuk Up! atau Down! sambil menggerakkan tangan. Begitu ketemu, rayakan bersama: Here it is!
2. Warung mini
Yang dibutuhkan: buah asli atau buah mainan, dan kursi sebagai meja warung. Si Kecil jadi penjual, Bunda jadi pembeli yang datang sambil berkata Hello! One mango, please. Setelah buahnya diterima, ucapkan Thank you! Bye-bye! Bayarlah dengan daun, karena anak senang sekali menagih orang dewasa. Sesudah beberapa kali belanja, tukar peran.
3. Lampu merah, lampu hijau
Yang dibutuhkan: sedikit ruang kosong. Ayah berdiri di ujung dan berseru Go! sambil mengayunkan tangan, lalu Stop! sambil mengangkat telapak tangan. Si Kecil berlari dan berhenti mengikuti aba-aba. Giliran berikutnya, dia yang memberi aba-aba dan Ayah yang lari.
Saat anak mencampur dua bahasa
“Mau apple!” adalah kabar baik. Kalimat itu menunjukkan si Kecil sedang memakai semua kata yang dia punya untuk mendapatkan yang dia mau. Jawab dengan kalimat utuh, tanpa koreksi: Yes, an apple. Here you are. Dia mendengar bentuk yang benar tanpa merasa salah.
Begitu pula kalau pertanyaan bahasa Inggris dijawab dengan bahasa Indonesia. Itu tandanya dia sudah paham. Cukup mengangguk, ulangi jawabannya sekali dalam bahasa Inggris, lalu lanjutkan bermain. Kalau Ayah dan Bunda khawatir dengan perkembangan bicara si Kecil, tanyakan ke dokter anak.
Bekal sebelum masuk PAUD atau TK
Ada PAUD dan TK yang memakai sapaan dan aba-aba bahasa Inggris di kelas. Anak yang sudah akrab dengan kalimat itu masuk kelas dengan lebih tenang. Sebulan sebelum hari pertama, ajak dia main sekolah-sekolahan: boneka jadi teman sekelas, Ayah jadi guru, dan kursi makan dijejerkan jadi bangku.
Lewat permainan itu, biasakan kalimat yang sering terdengar di kelas: Good morning, teacher, Sit down, please, Line up, Raise your hand. Tambahkan dua kalimat yang paling berguna untuk si Kecil sendiri: Help, please dan Toilet, please. Dengan dua kalimat ini, dia punya cara untuk meminta bantuan kepada guru.
Coba hari ini
Sore ini, mulai dari minggu pertama di tabel: dua kalimat saat mandi. Ulangi tiga hari berturut-turut. Pada hari keempat, pegang handuknya tanpa berkata apa-apa dan perhatikan apa yang dilakukan si Kecil.
Untuk melengkapi artikel ini, cetak panduan untuk orang tua dan kartu kata hewan.
Pertanyaan orang tua
Pengucapan saya kurang bagus, apakah anak akan ikut salah?
Logat orang tua bukan halangan. Seiring waktu anak mendengar banyak suara lain, dari guru, lagu, dan teman. Yang dia ambil dari rumah adalah keberanian memakai bahasa itu. Kalau ragu soal cara mengucapkan sebuah kata, pakai kata lain yang sudah dikuasai.
Umur berapa sebaiknya mulai?
Waktu yang tepat adalah hari ini. Bayi senang lagu dan sapaan, balita senang perintah pendek, dan anak TK senang bermain peran. Yang berubah hanya bentuk kegiatannya.
Apakah bahasa ibu anak nanti jadi tertinggal?
Bahasa Indonesia tetap kuat selama menjadi bahasa utama keluarga. Bercerita, bercanda, dan membujuk tetap dilakukan dalam bahasa rumah. Bahasa Inggris hanya mengambil beberapa momen kecil dalam sehari.
Bagaimana kalau anak menolak dan malah kabur?
Berhenti saat itu juga dan coba lagi besok. Paksaan membuat bahasa Inggris terasa seperti tugas. Besok, masuk lewat mainan yang sedang dia suka: kalau dia sedang main mobil-mobilan, bilang Red car, fast! dan biarkan mobilnya melaju.
Apakah lagu dan tontonan bisa membantu?
Lagu dan tontonan berguna kalau ada yang menemani. Duduk di sebelah si Kecil, tunjuk gambarnya, dan ucapkan satu kata yang dia lihat. Suara yang lewat begitu saja jauh kalah dari obrolan hangat di sofa.
Kalau ingin kebiasaan ini punya waktu tetap setiap hari, buka pelajaran Tatako. Satu pelajaran berlangsung sekitar lima menit: si Kecil mendengar setiap kata tiga kali dan mengetuk gambar yang tepat. Lalu gambarnya muncul lagi tanpa kata, dan dialah yang lebih dulu menyebut namanya. Orang tua duduk di sampingnya, dan sesudah pelajaran menandai kata mana yang sudah dipahami dan mana yang sudah bisa diucapkan. Metodenya dibangun di atas penelitian psikologi kognitif dan psikologi anak, dan cerita lengkapnya ada di halaman utama Tatako.

